PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)

19 Dec 2018 | 10:00 WIB

Gatal saat Stres? Bisa Jadi Gejala Neurodermatitis

Gatal saat Stres? Bisa Jadi Gejala Neurodermatitis

Salah satu tanda Neurodermatitis adalah Anda merasa gatal saat stres melanda.

Share:

Apa Itu Neurodermatitis

Neurodermatitis merupakan penyakit kulit kronis yang tidak menular dan tidak berbahaya. Penyakit dengan nama lain liken simpleks kronis (lichen simplex chronicus) ini diawali dengan bercak menimbul di kulit yang terasa gatal. Apabila bercak tersebut digaruk, rasa gatal akan bertambah sehingga semakin timbul dorongan untuk menggaruk terus-menerus. Akibatnya, kulit menjadi menebal, kasar dan melebar.

Neurodermatitis bisa timbul di area kulit manapun, namun paling sering ditemukan di, pergelangan tangan dan kaki, punggung tangan dan kaki, leher. Meski tidak menular dan tidak berbahaya, apabila digaruk hingga luka, bisa berisiko terinfeksi bakteri. Penyakit ini sangat mengganggu penderita karena rasa gatal cenderung meningkat menjelang tidur di malam hari.

Gejala Neurodermatitis

Gejala awal penyakit ini diawali dengan adanya bercak kecil yang menimbul pada kulit. Adanya refleks menggaruk dan disertai rasa gatal yang semakin hebat, membuat bercak tersebut makin melebar dan menebal.

  • Berikut ini beberapa gejala neurodermatitis yang dirasakan penderita:
  • Bagian kulit  yang gatal terlihat kemerahan, tebal, kasar dan lebar akibat digaruk.
  • Apabila sudah berlangsung lama akan terlihat  lebih gelap dari kulit di sekitarnya.
  • Bersifat kambuhan atau hilang timbul
  • Dapat terjadi luka akibat garukan, yang bisa menimbulkan infeksi.
  • Pada umumnya rasa gatal hilang saat Anda beraktivitas, dan muncul saat Anda ingin beristirahat, atau saat Anda merasa tertekan, stres atau cemas.

BACA JUGA: Kenali Gejala Psoriasis

Penyebab dan Faktor Risiko

Beberapa faktor risiko  yang memicu terjadinya neurodermatitis pada seseorang, yaitu:

  • Usia dan jenis kelamin. Neurodermatitis kebanyakan dialami oleh perempuan berusia 30-50 tahun. Perempuan lebih berisiko dibanding pria.
  • Gangguan kecemasan seperti stres, trauma, rasa tertekan bisa menjadi faktor pencetus utama munculnya neurodermatitis.
  • Riwayat medis keluarga. Bila anggota keluarga ada yang berkulit sensitif atau memiliki riwayat alergi, akan meningkatkan risiko neurodermatitis.
  • Faktor lingkungan seperti udara panas yang menyebabkan keringat diduga berperan pula memicu neurodermatitis.

Pengobatan Neurodermatitis

Neurodermatitis pada seseorang seringkali tidak dapat hilang sepenuhnya. Umumnya penyakit ini hilang timbul bergantung pada faktor risikonya. Pengobatan dilakukan untuk mengurangi rasa gatal dan efek yang timbul dari penyakit tersebut. Dokter akan meresepkan antihistamin atau kortikosteroid untuk mengurangi rasa gatal dan peradangan. Untuk kulit yang menebal, dokter dapat pula meresepkan  keratolitik. Pelembap diberikan untuk membuat kulit terasa lebih lembut dan nyaman. Apabila  penyebab neurodermatitis adalah gangguan kecemasan pada penderita, dokter spesialis kulit bisa merujuk ke psikolog atau dokter spesialis jiwa untuk mengatasi ganggguan tersebut.

Lakukan juga perawatan sendiri di rumah agar neurodermatitis tak bertambah parah, di antaranya:

  • Stop menggaruk, karena ini hanyalah memperparah neurodermatitis. Ini memang tak mudah dilakukan karena refleks; cobalah lakukan kegiatan lain untuk mengalihkan diri dari upaya menggaruk.
  • Hindari faktor pencetus.
  • Jaga kelembapan kulit.

BACA JUGA: Timbulnya Bercak Kemerahan Disertai Nyeri Sendi Bisa Berarti Psoriatic Arthritis