PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)

29 Jan 2020 | 08:40 WIB

Infeksi Parasit

Infeksi Parasit
Share:

Seiring dengan perkembangan zaman di era digital ini, cukup banyak artikel mengenai kesehatan yang berkembang di masyarakat melalui media sosial yang kurang tepat, salah satunya mengenai infeksi parasit. Info yang salah tersebut misalnya anggapan bahwa kutil/papiloma adalah salah satu penyakit parasit, atau parasit disebabkan dari infeksi dari dalam tubuh, parasit dapat disembuhkan dengan obat minum herbal, dan lain sebagainya. Yuk mari, kita simak info yang benar mengenai infeksi parasit pada kulit.

Penyakit infeksi parasit pada kulit adalah keluhan pada kulit yang disebabkan oleh sesuatu parasit dari luar tubuh, yang tersering di Indonesia adalah pedikulosis (kutu rambut), skabies (gudik/budukan), dan creeping eruption (larva cacing).

Pedikulosis adalah infeksi kulit dan rambut pada manusia yang disebabkan oleh kutu Pediculus. Pediculus ini untuk bertahan hidup harus menghisap darah, dapat di area rambut kepala, badan maupun area rambut kemaluan. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak, terutama dengan higiene kurang (misal jarang membersihkan rambut), dan cepat menular dalam lingkungan yang padat, misal di asrama. Keluhan yang dirasakan berupa gatal yang cukup mengganggu, dan sering terdapat bintik-bintik perdarahan pada kulit atau pakaian. Penularan dapat terjadi akibat kontak langsung, atau melalui perantara seperti; pakaian, sisir, bantal, kasur, penutup kepala dan lain-lain. Pengobatan pedikulosis bertujuan memusnahkan semua kutu dan telur, menggunakan anti kutu yang direkomendasikan oleh dokter dan dibantu dengan sisir serit. Dapat diulang seminggu kemudian, hingga semua kutu musnah. Jangan lupa anggota serumah yang mempunyai keluhan sama, juga harus di obati agar tidak saling menularkan kembali.

Skabies disebabkan oleh kutu Sarcoptes scabiei, yang mampu mengali terowongan di kulit dan menyebabkan gatal terutama malam hari. Kutu skabies hidup dengan memakan keratin yang terdapat pada kulit manusia, dan sama seperti pedikulosis, skabies cepat menular dalam lingkungan yang padat, dan penularan bisa secara kontak langsung, atau melalui perantara seperti; pakaian, handuk, bantal, kasur, dan lain-lain. Pengobatan dengan anti skabies oles, atau ditambah obat lain sesuai rekomendasi dokter, pada pasien dan seluruh anggota serumah atau se-asrama secara serentak. Pakaian, sprei, sarung bantal, dan handuk direndam dengan air panas dengan suhu 500C selama 10 menit, kemudian baru dicuci dan di setrika. Alternatif lain adalah  dengan membungkus pakaian dalam plastik rapat-rapat dan diamkan selama 48-72 jam, kemudian baru dicuci seperti biasa. Jemur dan bersihkan kasur, sofa, dan karpet secara rutin serta hindari bertukar pakaian dan barang pribadi lainnya (handuk, pakaian, kerudung, dll) agar tidak terjadi infeksi ulang.

Creeping eruption atau cutaneous larva migran adalah kelainan berupa peradangan di kulit yang berbentuk memanjang dan berkelok, sebagai akibat invasi larva cacing. Larva cacing tersebut berasal dari kotoran hewan, terutama kucing dan anjing yang dalam usus nya terdapat cacing dewasa. Invasi ini sering terjadi pada individu yang sering berhubungan dengan tanah atau pasir tanpa alas kaki. Pengobatan creeping eruption dengan antihelmint atau obat cacing yang sesuai.

Semoga bermanfat

 

Daftar pustaka

1. Wheat CM, Burkhart CN, Burkhart CG, Cohen BA. Scabies, other mites, and pediculosis. In Goldsmith LA, Katz SI, Gilchrest BA et al. (eds): Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine 9th Edition. new york: Mc Graw Hill. 2019:3274-86

2. Handoko RP, Boediarddj SA. Penyakit parasit hewani. In: Menaldi LSW, Bramono K, Indriatmi W, editors. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi ketujuh. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2017. p. 134-142