PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)

26 Feb 2018 | 10:00 WIB

5 Infeksi Kulit Karena Bakteri dan Penanganannya

5 Infeksi Kulit Karena Bakteri dan Penanganannya

Bakteri Streptokokus penyebab berbagai infeksi pada kulit.

Share:

Kulit adalah organ terbesar yang membungkus tubuh manusia. Bagian terluar tubuh ini berfungsi melindungi otot, jaringan, tulang dan organ dari berbagai macam gangguan. Karena paling luar, kulit rentan terkena gangguan atau infeksi. Infeksi kulit disebabkan oleh tiga hal, yaitu virus, jamur, dan bakteri. Gejalanya berbeda-beda, namun gejala paling umum antara lain rasa gatal, ruam kemerahan, adanya pembengkakan di kulit, luka meradang, dan lain sebagainya.

Beberapa penyakit yang disebabkan oleh bakteri antara lain sebagai berikut:

1. Bisul atau Abses

Bisul atau disebut abses merupakan infeksi kulit yang menyerang bagian folikel rambut dan jaringan bawah kulit yang ada di sekitarnya. Bisul paling sering terjadi antara lain di area ketiak, punggung, bokong, dan tungkai.

Tanda-tanda klinis

  • Terdapat benjolan merah berisi nanah dan terasa sakit di kulit.
  • Bila semakin besar, area yang terkena bisul terasa hangat dan sedikit keras
  • Bisul dapat pecah secara spontan dan  mengeluarkan nanah maupun darah

Penanganan

Untuk mengatasi demam dan nyeri, dapat diberikan parasetamol. Dokter akan memberikan antibiotik  untuk mengobati bisul, dan melakukan tindakan pembedahan untuk mengeluarkan nanah apabila diperlukan.

2. Selulitis

Selulitis adalah infeksi pada kulit dan jaringan lunak bawah kulit yang dalam. Infeksi selulitis juga bisa disebabkan oleh jenis bakteri lain. Selulitis sering terjadi di tungkai.

Tanda-tanda klinis

  • Pada bagian yang terinfeksi kulit terasa panas, nyeri, bengkak dan kemerahan.
  • Bila terjadi pada tungkai, seringkali menyebabkan sulit untuk bergerak/ berjalan.
  • Demam, pusing-pusing dan keringat dingin sebagai reaksi dari peradangan.
  • Kelenjar getah bening di sekitar wilayah infeksi ikut membengkak.

Penanganan

Infeksi ini sudah mengenai bagian kulit yang dalam dan luas, sehingga untuk penanganannya diperlukan rawat inap di rumah sakit. Segera konsultasikan ke dokter kulit bila mengalami gejala selulitis.

3. Impetigo

Impetigo umumnya menyerang anak-anak dan dapat menular bila kontak langsung dengan penderitanya.

Tanda-tanda klinis

  • Terdapat lepuhan atau bintil-bintil pada kulit berisi cairan yang menyerupai cacar.
  • Disertai rasanya nyeri dan gatal di sekitar kulit yang terinfeksi.
  • Bintil-bintil akan pecah dalam beberapa hari dan berubah menjadi kerak berwarna kuning.
  • Seringkali mengenai kulit wajah di sekitar hidung dan mulut.

Penanganan

Pada infeksi tingkat ringan, dokter biasanya akan meresepkan antiobiotik oles. Pada tingkat yang lebih parah, pemberian antibiotik minum dapat diberikan.

4. Folikulitis

Peradangan yang terjadi pada selubung akar rambut (folikel). Umumnya menyerang daerah kulit yang ditumbuhi rambut seperti ketiak, kepala, kumis, janggut, tangan dan kaki. Misalnya, folikulitis dapat terjadi pada luka sehabis bercukur.

Tanda-tanda klinis

  • Muncul beruntus-beruntus merah  berisi nanah di sekitar folikel rambut.
  • Umumnya disertai rasa nyeri
  • Beruntus tersebut akan pecah, kemudian mongering dan membentuk koreng.

Penanganan

Folikulitis tidak berbahaya. Pada umumnya hanya membutuhkan pengobatan antibiotik oles. Perawatan dapat dilakukan di rumah untuk meringankan gejala dan mengempiskan benjolan dengan cara mengompres dengan air hangat. Bila semakin parah dan meradang, segera kunjungi dokter.

5. Ektima

Ektima adalah borok di kulit yang tertutup kerak berwarna kuning sampai coklat tua dan terasa nyeri.  Seringkali mengenai tungkai bawah dan banyak pada anak. Luka akibat gigitan serangga dan dermatitis, pada penderita diabetes, mudah berkembang menjadi ektima. Ektima juga dipengaruhi oleh tingkat kebersihan yang buruk.

Tanda-tanda klinis

  • Terdapat luka borok sebesar 0,5 hingga 3 cm, dan dapat membesar.
  • Borok tertutup kerak berwarna kuning sampai coklat tua, tebal dan agak keras, terkadang berisi cairan nanah dan darah.

Penanganan

Pemberian antibiotik minum yang diresepkan oleh dokter akan memberikan respon yang baik terhadap penyembuhan ektima.

Bersihkan bagian luka secara rutin dengan kompres terbuka dan senantiasa menjaga kebersihan kulit dengan mandi teratur menggunakan sabun.