E-Consultation
-
penting dok mohon dibantu
19 Dec 2017 | 19:44 WIBAssalamu'alaikum dokter yg insya'alloh selalu dirahmati oleh alloh.. saya mau bertanya dok.. ini keluhan dari teman saya.. mungkin ini memang privasi yang harus saya jaga.. tapi niat saya ingin membantu dia dgn bertanya di pesan perdoski ini... "teman saya mengalami kasus yang mungkin agak aneh dok.. selama kurang lebih 12 tahun dari SMP kelas 1 dia sering onani ya tidak terlalu sering sii katanya dok.. tp y kaya' sudah menjadi kebiasaan.. apa itu bisa berdampak bermasalah pada prostat /bermasalah pada kemandulan /terparah sampai berefek terjangkit HIV mohon bantuannya dok... agar saya bisa membantu teman saya.. terimakasih bantuannya dok.....
-
1 Feb 2018 | 01:52 WIB
Waalaikumssalam.
Dari segi medis, onani atau masturbasi yang dilakukan dalam frekuensi yang tidak sering, biasanya tidak bermasalah. Tetapi, jika onani dilakukan secara berlebihan tentunya dapat menimbulkan masalah kesehatan fisik maupun psikis seperti:
1. Lecet dan nyeri pada kulit kemaluan
2. Bengkak pada kemaluan
3. Infeksi (akibat penggunaan alat-alat bantu yang tidak terjamin kebersihannya)
4. Dampak psikis seperti rasa bersalah
Onani juga bukan menjadi salah satu cara penularan infeksi menular seksual/HIV. Tetapi, jika menggunakan alat bantu yang telah tercemar infeksi, dapat saja terjadi kemungkinan munculnya berbagai gangguan.
Demikian pula, onani yang dilakukan tidak sendiri tetapi bersama pasangan (biasanya dikenal dengan istilah masturbasi mutual) dapat menjadi tidak aman dan berisiko penularan infeksi. Hal ini terjadi apabila salah satunya terinfeksi HIV, kemudian cairan semen/cairan vagina atau darahnya berkontak dengan selaput lendir atau kulit yang lecet dari pasangannya
Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghindari onani, seperti:
1. Melakukan aktivitas yang kreatif untuk mengisi waktu dan menyalurkan energi, misalnya berolahraga
2. Menghindari serta menjaga mata dan pikiran dari berbagai hal yang dapat memicu keinginan seksual yang berlebihan
3. Membina hubungan sosial dengan lingkungan sekitar
4. Melakukan kegiatan positif bersama banyak orang
5. Menghindari cara berpikir negatif, tetapi berpikirlah selalu secara positif.
Demikian informasinya.
Salam sehat selalu.
Salam,
Dr. Nurdjannah Jane Niode Sp. KK(K). FINSDV, FAADV
