PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)

E-Consultation

  • Bagaimana tes HIV?
    21 Dec 2017 | 12:36 WIB
    Assalamualaikum dokter. Saya mahasiswa umur 20 thn. Di Yogyakarta. Saya terjebak di dunia gay karena saya kira berhubungan gay itu mengurangi resiko hiv di bandingkan sex dgn wanita. Saya pernah melakukan hubungan seksual beberapa kali kira2 sebulan sekali kadang 2 kali dgn pasangan yg berbeda. Saya bertindak sebagai top, atau yang melakukan proses penusukan pada dubur partner saya. Skrg dgn adanya info di tv saya khawatir akan hal itu.

    # Bagaimana hal yang perlu saya persiapkan utk tes?
    # bagaimana jika memang terkena, saya harus bagaimana?
    Makasih dok. Mohon pencerahannya.
  • 21 Jan 2018 | 17:43 WIB


    Waalaikum salam.
    Salam kenal.

    Persiapan khusus sebelum pemeriksaan HIV tidak ada, tetapi yang penting adalah kesiapan diri untuk menjalani pemeriksaan dan menerima apapun hasilnya.

    Sebelum dilakukan pemeriksaan, petugas akan menjelaskan berbagai informasi tentang HIV, hal ini yang disebut konseling pre-tes.
    Setelah menjalani konseling pre-tes, jika pasien setuju, akan dilakukan pemeriksaan HIV.
    Selanjutnya, apabila hasil pemeriksaan sudah ada, petugas kesehatan akan menjelaskan hasil pemeriksaan, serta menyampaikan rencana/saran untuk proses berikutnya. Tahapan ini dikenal sebagai konseling pasca-tes.
    Semua proses berlangsung secara suka rela. Kerahasiaan juga terjamin.
    Apabila dinyatakan HIV positif, akan mendapatkan layanan dukungan perawatan, termasuk pemeriksaan untuk mencari adanya penyakit penyerta ataupun infeksi, dll.

    Obat-obatan yang digunakan untuk HIV disebut anti retroviral (ARV), diberikan dalam kombinasi beberapa obat, biasanya 3 jenis. ARV tidak membunuh virus, tapi memperlambat pertumbuhan virus. Sebelum memulai pengobatan, petugas akan memberikan informasi dan konseling tentang cara dan ketepatan minum obat, efek samping yang mungkin terjadi, memantau keadaan klinis dan laboratorium, dll.

    Penting sekali bagi seseorang yang terinfeksi untuk patuh menjalani pengobatan karena obat untuk HIV harus diminum selama hidup.

    Demikian informasinya.
    Salam sehat.



    Salam,
    Dr. Nurdjannah Jane Niode Sp. KK(K). FINSDV, FAADV