PERBANDINGAN PENGGUNAAN TABLET ALBENDAZOL DENGAN KRIM PERMETRIN 5% UNTUK PENGOBATAN SKABIES DI PONDOK PESANTREN AL MUAYYAD SURAKARTA
Skabies masih merupakan permasalahan kesehatan yang umum terjadi di komunitas padat penduduk, misalnya pondok pesantren. Krim permetrin 5% merupakan terapi pilihan yang efektif untuk eliminasi skabies, namun kepatuhan pasien dan ketepatan dalam mengaplikasikan merupakan masalah yang sering dihadapi. Laporan adanya keberhasilan tablet albendazol dalam penatalaksanaan skabies mendorong dilakukannya penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbandingan efektivitas dan efek samping tablet albendazol dan krim permetrin 5% untuk pengobatan skabies. Rancangan penelitian adalah studi intervensi dengan desain uji acak terkontrol buta tunggal (single blind, randomized controlled trial), yang dilakukan pada bulan Mei-Juni 2014. Seratus dua pasien skabies di Pondok Pesantren Al Muayyad Surakarta dirandomisasi menjadi dua kelompok. Lima puluh anak menerima krim permetrin 5% dan 52 sisanya menerima tablet albendazol 800
mg/hari selama 3 hari berurutan. Pada evaluasi hari ke–14, angka kesembuhan albendazol sebesar 86,54% dan permetrin 94% (p>0,05). Dilihat dari perbaikan kualitas hidup, perbaikan lesi kulit, dan penurunan tingkat gatal, baik permetrin maupun albendazol memiliki efektivitas yang baik (p<0,05). Tidak ada efek samping serius yang didapatkan pada kedua kelompok. Dapat disimpulkan bahwa tablet albendazol dengan dosis 800mg/hari yang diberikan selama 3 hari berurutan sama efektifnya dengan krim permetrin 5% topikal dengan efek samping yang minimal
Kata kunci: skabies permetrin albendazol
