PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)

EFEK IRITASI BERBAGAI DETERJEN BUBUK YANG UMUM DIGUNAKAN DI INDONESIA

Share:

Deterjen merupakan kebutuhan di hampir setiap rumah tangga baik di negara maju maupun berkembang. Deterjen bubuk mengandung surfaktan yang dapat menyebabkan gangguan fungsi barier kulit yang akhirnya menimbulkan efek iritasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efek iritasi berbagai deterjen bubuk yang umum digunakan di Indonesia dan korelasi antara derajat pH deterjen bubuk dengan efek iritasi yang ditimbulkan.

Rancangan penelitian berupa quasi experimental dan buta ganda. Dua puluh delapan subjek yang memenuhi kriteria mendapat perlakuan uji iritasi satu kali sehari 20 menit selama 7 hari berturut-turut dengan metode ROAT. Penilaian efek iritasi berdasarkan skor visual dan persen selisih skor TEWL setelah dan sebelum uji iritasi. Perbedaan efek iritasi pada berbagai merek dan pH deterjen bubuk dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis. Perbedaan efek iritasi antar deterjen bubuk dan antar derajat pH dianalisis dengan uji Mann-Whitney. Korelasi antara derajat pH deterjen bubuk dengan efek iritasi yang ditimbulkan dianalisis dengan uji Spearman.

Hasil penelitian ini menunjukkan 5 deterjen bubuk yang umum digunakan di Indonesia memiliki tingkat efek iritasi yang berbeda bermakna secara statistik (p < 0,05). Terdapat korelasi positif yang bermakna antara pH deterjen bubuk dengan efek iritasi yang ditimbulkannya, semakin tinggi pH deterjen bubuk maka akan semakin besar pula efek iritasinya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan berbagai merek deterjen bubuk memiliki efek iritasi yang berbeda dan terdapat korelasi antara derajat pH dengan efek iritasi.


Kata kunci: deterjen bubuk pH dermatitis kontak iritan efek iritasi skor visual transepidermal water