KUALITAS HIDUP PADA SUBJEK YANG MENGALAMI DANDRUFF
Dandruff atau pitiriasis simpleks atau pitiriasis sika, adalah kondisi abnormal pembentukan skuama atau terlepasnya serpihan kulit yang berwarna putih kekuningan dari kulit kepala dan biasanya disertai rasa gatal. Hingga saat ini, dandruff merupakan masalah yang cukup menonjol di masyarakat umum, karena ditemukan pada hampir setengah populasi usia pasca-pubertas berbagai etnik dan jenis kelamin. Dandruff dapat menyebabkan rasa khawatir, hilangnya kepercayaan diri atau rasa tidak nyaman bagi pasiennya sehingga menimbulkan gangguan sosial, psikologis dan emosional.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pada subjek yang mengalami dandruff.
Jenis penelitian ini adalah studi deskriptif dengan rancangan cross sectional, melibatkan 50 orang subjek yang mengalami dandruff. Setiap subjek menjawab kuesioner Skindex-29 dan hasil jawaban kuesioner dinilai. Dari hasil penelitian didapatkan kualitas hidup subjek yang mengalami dandruff terbanyak adalah sedang dengan nilai Skindex-29 sebesar 18-36 (38%), diikuti dengan kualitas hidup tinggi dengan nilai Skindex-29 sebesar 6-17 (36%), kualitas hidup rendah dengan nilai Skindex-29 sebesar ≥ 37 (18%), dan paling sedikit memiliki kualitas hidup sangat tinggi dengan nilai Skindex-29 ≤ 5 (8%). Berdasarkan usia, jenis kelamin, dan durasi penyakit didapatkan kualitas hidup lebih rendah pada usia lebih tua (47,1% subjek berusia > 40 tahun), jenis kelamin lelaki (50%), dan subjek dengan durasi penyakit lebih lama (60%).
Kata kunci: dandruff kualitas hidup Skindex-29
