PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)

KOMBINASI BEDAH EKSISI, INJEKSI KORTIKOSTEROID INTRALESI, DAN GEL SILIKON PADA TATA LAKSANA KELOID DI CUPING TELINGA

Share:

Keloid adalah proliferasi jaringan fibrosa jinak di kulit yang sering terjadi setelah trauma kulit dan sering timbul di cuping telinga. Terapi tunggal pada keloid menghasilkan angka kekambuhan yang tinggi. Kombinasi bedah eksisi, injeksi steroid intralesi, dan gel silikon akan mengurangi kekambuhan. Kami melaporkan keloid yang bertambah besar di kedua cuping telinga seorang perempuan usia 21 tahun, sejak 4 tahun setelah berganti anting. Riwayat injeksi triamsinolon asetonid rutin setiap 2 minggu selama satu tahun. Benjolan di telinga kiri mengecil, tetapi benjolan di telinga kanan mengalami sedikit perbaikan. Tidak ada riwayat luka yang menjadi keloid di bagian tubuh yang lain. Pemeriksaan regio aurikularis dekstra menunjukkan nodul bulat lonjong soliter hiperpigmentasi dengan konsistensi padat kenyal dan diameter 1,3 cm. Bedah eksisi dilakukan pada keloid. Selain itu, dilakukan injeksi triamsinolon asetonid intralesi dan aplikasi gel silikon 1 minggu setelah eksisi. Evaluasi pasien pada bulan ke-8 tidak menunjukkan pertumbuhan keloid. Kombinasi bedah eksisi, injeksi kortikosteroid intralesi, dan aplikasi gel silikon pada keloid cuping telinga dapat ini menekan kekambuhan dibandingkan dengan terapi injeksi kortikosteroid tunggal yang diberikan sebelumnya. 


Kata kunci: keloid bedah eksisi kortikosteroid intralesi gel silikon