PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)

Melasma Dalam Sudut Pandang Genetik

Share:

Melasma merupakan kelainan hiperpigmentasi pada wajah dan terdistribusi secara simetris. Lebih banyak terjadi pada wanita usia reproduktif dan banyak terjadi pada seseorang dengan tipe kulit III-V. Melasma sering memberikan dampak negatif pada kualitas hidup pasien dalam hubungan sosial. Kelainan ini sangat sulit diobati dan memerlukan biaya yang cukup mahal, namun sering tidak memuaskan baik bagi pasien maupun dokter yang menanganinya. Patogenesis melasma bersifat multifaktor dan belum dapat dijelaskan sepenuhnya. Faktor genetik, hormon, dan pajanan ultra-violet (UV) merupakan faktor risiko melasma. Dari semua faktor tersebut diduga faktor genetik dan pajanan matahari berperan utama dalam patogenesis melasma. Selain itu riwayat melasma dalam keluarga juga merupakan faktor risiko. Beberapa penelitian terbaru menemukan beberapa ekspresi gen dan melibatkan beberapa jalur yang berperan dalam patogenesis melasma. Gen melanocortin-1 receptor (MC1R) merupakan salah satu gen yang diduga berperan secara genetik pada melasma.


Kata kunci: melasma genetik hormonal pajanan UV dan MC1-R