PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)

PENYAKIT KULIT AKIBAT KERJA PADA TENAGA KESEHATAN

Share:

Penyakit kulit akibat kerja (PKAK) sangat sering terjadi dengan insidens 45% dari seluruh penyakit akibat kerja (PAK). Jenis dan insidens PKAK pada pekerja kesehatan bervariasi di setiap negara, kelompok keahlian, dan rumah sakit. Insidens PKAK pada pekerja kesehatan terutama perawat lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok pekerja yang lain. Sebagian besar PKAK pada pekerja kesehatan berupa dermatitis kontak terhadap air, sabun, disinfektan, dan oklusi sarung tangan, diikuti urtikaria kontak terhadap sarung tangan lateks dan infeksi. Selain itu, terdapat penyakit kulit yang diperberat oleh pekerjaan, misalnya dermatitis atopik, dishidrosis, dan psoriasis. Penyakit kulit akibat kerja dapat mengganggu proses bekerja dan memengaruhi kualitas hidup pekerja kesehatan. Diagnosis PKAK ditegakkan berdasarkan tujuh langkah diagnosis okupasi. Manajemen PKAK, terutama program perlindungan kulit, merupakan prioritas untuk meningkatkan kualitas hidup pekerja kesehatan. Diagnosis yang dibuat harus ditinjau dari aspek legal dan pengendalian. Sistem rujukan PKAK melibatkan kerjasama antara spesialis dermatologi dan venereologi serta spesialis kedokteran okupasi.


Kata kunci: dermatitis kontak alergi dermatitis kontak iritan infeksi penyakit kulit akibat kerja pekerja kesehatan urtikaria kontak