PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)

ANGKA KEPATUHAN PENGGUNAAN DOKSISIKLIN PADA PASIEN AKNE VULGARIS DERAJAT SEDANG DAN BERAT DI POLIKLINIK KULIT DAN KELAMIN RS DR. M. DJAMIL PADANG PERIODE JANUARI 2017 – DESEMBER 2019

Share:

Doksisiklin oral selama 3 bulan merupakan salah satu pilihan terapi akne vulgaris (AV) derajat sedang dan berat. Penggunaan obat jangka lama dapat memengaruhi angka kepatuhan pasien serta kemungkinan timbul efek samping. Kepatuhan penggunaan obat perlu dinilai untuk mengetahui efektivitas pengobatan dan mencegah resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kepatuhan dan efek samping penggunaan doksisiklin pada pasien AV derajat sedang dan berat di Poliklinik Kulit dan Kelamin RS dr. M. Djamil periode Januari 2017 - Desember 2019. Metode penelitian secara retrospektif terhadap rekam medis pasien meliputi jumlah pasien, umur, kepatuhan pemakaian doksisiklin, efek samping dan alasan ketidakpatuhan. Didapatkan 52 pasien (86,6%) AV derajat sedang dan 25 pasien (71,4%) AV derajat berat patuh menggunakan doksisiklin selama 3 bulan. Efek samping yang dikeluhkan berupa gangguan gastrointestinal pada 3 pasien (3,2%) dan fotosensitivitas pada 2 pasien (2,1%). Penyebab ketidakpatuhan 10 pasien (55,5%) adalah lupa, 5 pasien (27,7%) merasa sudah sembuh dan 5 pasien (27,7%) mengalami efek samping. Dapat disimpulkan angka kepatuhan penggunaan doksisiklin pada AV derajat sedang dan berat masing-masing 86,6% dan 71,4%. Faktor lupa memengaruhi ketidakpatuhan pasien dalam berobat dan efek samping tersering adalah gangguan gastrointestinal.


Kata kunci: akne vulgaris doksisiklin kepatuhan