PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)

RETICULATE FIXED DRUG ERUPTION YANG DISEBABKAN OBAT KEMOTERAPI: SEBUAH VARIAN BARU

Share:

Berbagai efek samping akibat obat kemoterapi telah banyak dilaporkan termasuk salah satunya fixed drug eruption (FDE). Manifestasi klinis FDE sangat khas berupa bercak eritem, soliter, berbentuk bulat atau oval, berbatas tegas yang muncul berulang pada tempat yang sama setelah pajanan obat yang sama dan dikuti perbaikan hiperpigmentasi. Terdapat berbagai varian FDE, namun varian yang berbentuk retikular belum pernah dilaporkan di Indonesia. Makalah ini melaporkan seorang laki-laki usia 62 tahun, penderita non small cell lung carcinoma yang dikonsulkan ke bagian Dermatovenereologi RSUP dr.Sardjito Yogyakarta dengan keluhan bercak kehitaman berbentuk jaring di dada setelah mendapat kemoterapi paclitaxel-cisplatin dan cisplatin-gemcitabine. Bercak semakin menghitam setelah kemoterapi berikutnya. Pemeriksaan fisik tampak bercak hiperpigmentasi berbentuk retikular pada dada. Pemeriksaan histopatologis kulit, pada epidermis tampak ortokeratosis tipe basket-weave disertai degenerasi vakuola sel basal, pada dermis tampak dropping pigmen melanin merata yang sesuai untuk FDE. Obat kemoterapi penyebab FDE berbentuk retikular ini belum dapat ditentukan karena tes provokasi topikal ataupun provokasi oral belum dapat dilakukan.


Kata kunci: reticulate fixed drug eruption kemoterapi