PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)

GAMBARAN HISTOPATOLOGI KHAS REAKSI REVERSAL PADA PASIEN MORBUS HANSEN MULTIBASILER

Share:

Reaksi morbus Hansen (MH) merupakan episode akut pada perjalanan kronis infeksi MH. Reaksi reversal (RR) pada MH ditandai oleh bertambahnya inflamasi pada lesi kulit dan/atau saraf. Dibutuhkan diagnosis tepat dan deteksi kerusakan saraf secara dini dikarenakan dapat terjadi suatu silent neuritis pada RR, yaitu terjadinya disfungsi sensorik atau motorik tanpa munculnya lesi kulit atau gejala neurologis. Seorang perempuan 55 tahun mengeluhkan bercak merah di bawah mata dan pipi kiri sejak 3 bulan. Bercak semakin melebar dan terasa baal. Sejak 1 bulan tepi bercak semakin merah, bengkak dan nyeri. Alis mata kiri rontok serta demam berulang. Dilakukan pemeriksaan slit skin smear dan didapatkan hasil indeks bakteri (IB) +4, dan indeks morfologi (IM) 100%. Pemeriksaan histopatologi memperlihatkan gambaran reaksi radang granulomatosa dibatasi grenz zone. Susunan sebagian granuloma mulai menghilang, dikelilingi infiltrat sel limfosit yang padat, serta tampak sel-sel neutrofil. Gambaran tersebut merupakan ciri khas RR pada MH. Pasien didiagnosis sebagai MH tipe multibasiler dengan RR. Reaksi reversal menandakan peningkatan imunitas seluler, sehingga terjadi pergeseran spektrum ke tuberkuloid. Hal ini dapat tampak pada gambaran histopatologi berupa peningkatan jumlah limfosit di dermis dan sekitar granuloma, serta hilangnya susunan granuloma yang normal. Gambaran histopatologi khas dan korelasi klinis dapat mengarahkan terapi yang tepat untuk mencegah komplikasi.


Kata kunci: morbus hansen reaksi tipe 1 histopatologis