PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)

PEMFIGOID BULOSA PADA PASIEN DENGAN GAGAL JANTUNG KONGESTIF

Share:

Pemfigoid bulosa (PB) merupakan penyakit kulit autoimun. Angka kejadian PB diperkirakan antara 2,4 hingga 23 per 1 juta orang di dunia. Pada PB dikenal autoantibodi BP180 dan BP230. Dilaporkan satu kasus pasien laki-laki berusia 56 tahun dengan keluhan gelembung berair pada wajah, badan, dan tungkai sejak 3 bulan lalu setelah penggunaan thermal massage bed. Bula bertahan beberapa hari, kemudian pecah dan menjadi erosi. Pemeriksaan histopatologik menunjukkan bula subepidermis yang mengandung serbukan sel radang eosinofil, limfosit, dan neutrofil. Pasien didiagnosis sebagai PB. Pasien juga didiagnosis gagal jantung kongestif akibat penyakit jantung rematik. Tata laksana yang diberikan adalah kompres terbuka, kortikosteroid sistemik dan topikal, serta antihistamin. Setelah 16 hari pengobatan, pasien menunjukkan perbaikan lesi. Pemfigoid bulosa (PB) pada kasus diduga dicetuskan oleh faktor termal, yang kemungkinan berhubungan dengan induksi protein heat shock 90 (Hsp90). Selain itu, diperkirakan terdapat hubungan antara penyakit jantung rematik dan PB oleh karena keduanya merupakan kondisi autoimun. Penyakit jantung rematik sendiri dapat bermanifestasi lebih lanjut menjadi gagal jantung kongestif. Diagnosis dan tata laksana yang tepat dibutuhkan untuk mencegah komplikasi.


Kata kunci: pemfigoid bulosa gagal jantung kongestif penyakit jantung rematik