PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)

PROFIL PENYAKIT BULA AUTOIMUN DI KLINIK RAWAT JALAN DERMATOLOGI DAN VENEREOLOGI RSUP SANGLAH DENPASAR PERIODE APRIL 2016-DESEMBER 2017

Share:

Penyakit bula autoimun (PBA) disebabkan oleh autoantibodi terhadap molekul adhesi di epidermis dan zona membran basal dermis-epidermis sehingga adhesi kulit hilang. Penyakit ini berpotensi mengancam jiwa, dan merupakan salah satu masalah global yang serius. Insidens umumnya berkisar 7-14 kasus per juta orang per tahun. Studi retrospektif ini bertujuan mengevaluasi kasus baru dan profil klinis pasien PBA di Klinik Dermatologi dan Venereologi (DV) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar pada periode April 2016 hingga Desember 2017. Data diperoleh dari rekam medis pasien rawat jalan. Diagnosis ditegakkan berdasarkan gambaran klinis pasien, disertai pemeriksaan histopatologi bila diperlukan. Dalam penelitian ini ditemukan 20 kasus baru, dengan mayoritas perempuan (65%) dan kebanyakan berusia 46-65 tahun (50%). Sebanyak 11 dari 20 pasien mengeluhkan manifestasi klinis untuk pertama kalinya. Hampir 90% pasien mengalami awitan 6 bulan sebelumnya. Pemfigus vulgaris merupakan jenis PBA yang paling umum. Sebanyak 50% pasien tidak memiliki komorbiditas ataupun mengalami komplikasi. Komplikasi yang paling sering (15%) adalah edema ekstremitas bawah. Stres emosional (40%) dianggap sebagai faktor risiko paling bermakna terhadap kejadian PBA.


Kata kunci: stres emosional Penyakit bula autoimun