PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)

PERFORASI SEPTUM NASAL PADA PASIEN DENGAN LUPUS ERITEMATOSUS SISTEMIK YANG AWALNYA DIDUGA MORBUS HANSEN

Share:

Morbus Hansen (MH) adalah salah satu penyakit yang bersifat great imitators. Pada MH tipe lepromatosa dapat ditemukan kelainan berupa destruksi tulang rawan hidung yang menyebabkan perforasi septum nasal dan saddle nose. Eksaserbasi akut lupus eritematosus sistemik (LES) dapat menyebabkan perforasi septum nasal sebagai komplikasi yang tidak biasa. Dilaporkan seorang perempuan berusia 47 tahun dengan riwayat bercak merah pada kulit kepala, wajah, dada, punggung, kedua lengan yang terasa gatal dan kebotakan pada kulit kepala sejak 7 tahun yang lalu. Lesi kulit meningkat jumlahnya dan bertambah luas secara bertahap. Pada pemeriksaan fisik terdapat alopesia sikatrisial, moon face, saddle nose, dan perforasi septum nasal, tetapi tidak terdapat pembesaran saraf tepi. Pada apus sayat kulit tidak ditemukan basil tahan asam. Antibodi anti-nuklear, anti-dsDNA, dan anti-nukleosom reaktif. Hasil pemeriksaan histopatologi kulit dan direct immunofluorescence mendukung diagnosis chronic cutaneous lupus erythematosus (CCLE). Pasien disarankan untuk mengurangi pajanan sinar matahari dan memakai tabir surya. Terapi medikamentosa berupa kortikosteroid topikal, metilprednisolon, klorokuin, dan azatioprin. Keterlibatan mukosa hidung mungkin diabaikan dan perlu diperhatikan dalam penilaian pasien dengan.


Kata kunci: LES CCLE perforasi septum nasal Morbus Hansen