PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)

TEKNIK GRAFT SEDERHANA PADA KULIT

Share:

Graft merupakan transplantasi kulit dari donor ke resipien dengan nutrisi yang didapatkan dari dasar luka resipien. Terdapat beberapa klasifikasi graft, antara lain berdasarkan asal donor, histologi perbedaan ketebalan, dan bentuk graft. Teknik graft sederhana yang perlu untuk dipahami oleh dermatovenereologist meliputi, full-thickness skin graft (FTSG), split-thickness skin graft (STSG), dan epidermal graft (EG). Pada FTSG lapisan kulit yang diambil terdiri dari seluruh ketebalan epidermis dan dermis, STSG terdiri dari epidermis dan sebagian ketebalan dermis dengan atau tanpa folikel rambut, sedangkan EG hanya meliputi lapisan epidermis. Indikasi tindakan graft antara lain, rekonstruksi pascaoperasi tumor kulit, ulkus kronik, luka bakar, dan vitiligo. Proses penyembuhan luka pada graft berbeda dengan luka konvensional. Lima fase penting dalam penyembuhan luka antara lain, imbibisi serum, inoskulasi, revaskularisasi, reinervasi, dan maturasi. Terdapat berbagai syarat untuk donor dan resipien yang harus diperhatikan sebelum dilakukan graft. Keberhasilan graft dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah stabilitas dan kompresi graft selama proses revaskularisasi. Komplikasi dan penanganan juga perlu diketahui dalam rangka tata laksana menyeluruh.


Kata kunci: Epidermal graft full-thickness skin graft split-thickness skin graft