PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)

13 Dec 2017 | 10:30 WIB

Ingin Punya Tato? Kenali Dulu Risikonya Sebelum Membuatnya

Ingin Punya Tato? Kenali Dulu Risikonya Sebelum Membuatnya

Ingin Punya Tato? Kenali Dulu Risikonya Sebelum Membuatnya

Share:

Dahulu memiliki tato dianggap tabu. Melihat orang bertato terkesan seram dan kurang baik. Kini tato dianggap seni. Peminat tato meningkat dan semakin populer dari tahun ke tahun. Bahkan menurut survei, sebagian besar penggemar tato adalah wanita.

Apa Itu Tato?

Tato adalah melukis kulit dengan memasukkan tinta ke lapisan kulit menggunakan jarum. Pada umumnya pembuatan tato dilakukan oleh seniman tato dan bersifat permanen. Proses pengerjaannya tanpa anestesi, sehingga menimbulkan rasa sakit akibat luka tusukan jarum.

Ada beberapa jenis tato, antara lain tato amatir, yang dibuat sendiri atau orang lain menggunakan peralatan tato sederhana seperti jarum dan tinta. Jarak kedalaman tusukan jarum biasanya tidak konsisten. Jenis lain tato yang paling populer adalah tato profesional, dimana pembuatannya dilakukan seniman tato profesional, menggunakan alat yang disebut “tatto gun”. Pengerjaan lebih rapi dari tato amatir. Jenis lain adalah tato kosmetik, kebanyakan dimiliki oleh perempuan di bagian alis atau bibir. Riasan permanen ini membuat pemiliknya tak perlu repot menata alis dan bibir setiap saat.

Tinta yang dipakai untuk tato pun beragam. Di masa lalu, tinta yang digunakan mengandung garam logam, timbal, kobalt, dan karbon. Kini, banyak tinta tato modern, terutama warna merah dan kuning pekat, mengandung pewarna azo organik dengan pigmen berbasis plastik yang biasa digunakan oleh industri pencetakan, tekstil, dan cat mobil. Sebagian besar zat-zat ini tidak ramah bagi kulit dan memiliki risiko komplikasi pada kesehatan kulit.

Beberapa Risiko Tato

1. Tidak semua jenis tato bisa dihilangkan

Banyak orang yang sudah ditato berubah pikiran untuk menghapusnya setelah beberapa waktu. Patut diketahui bahwa tidak semua tato bisa dihilangkan. Tato berwarna gelap seperti hitam, biru tua, abu-abu tua dan coklat paling mungkin dihilangkan dengan teknik laser. Sinar laser dengan intensitas tinggi ditembakkan ke tato untuk memudarkan warna tato hingga hilang sebagian atau seluruhnya. Tato berwarna terang seperti kuning, biru, hijau dan oranye lebih sulit dihilangkan. Diperlukan laser dengan teknologi khusus untuk menghilangkan tato berwarna tersebut, dan biasanya biayanya sangat mahal.

2. Infeksi

Prosedur tato amatir rentan berisiko infeksi. Alat-alat yang digunakan bisa saja tidak steril dan digunakan berganti-gantian. Akibatnya, bakteri dapat menempel pada alat jarum atau tinta tato, lalu masuk ke dalam kulit dan menyebabkan infeksi. Infeksi akibat bakteri dapat berupa gatal-gatal, ruam merah di sekitar tato, beruntus bernanah yang menyakitkan serta benjolan merah dalam tato. Diperlukan antibiotik untuk mengobati infeksi.

3. Reaksi Alergi

Salah satu reaksi paling umum setelah ditato adalah alergi pada kulit terhadap zat warna tato. Reaksi alergi ditandai dengan gatal-gatal, ruam atau benjolan yang dialami berhari-hari, berbulan-bulan hingga bertahun-tahun setelah ditato. Pada orang yang menderita psoriasis atau eksim, tato dapat menyebabkan kondisi kulit kronis. Pada orang yang memiliki penyakit autoimun, reaksi alergi dapat menyerang hingga organ bagian dalam tubuh dan mata.

4. Risiko Tertular Penyakit Hepatitis B, Hepatitis C dan HIV

Penggunaan alat-alat tato yang tidak steril, bila digunakan bergantian, dapat meningkatkan risiko tertular Hepatitis B, Hepatitis C dan HIV. Pada saat menyuntikkan jarum bekas, kulit terluka, dan darah yang mengandung penyakit-penyakit tersebut dapat ditularkan kepada orang lain.

5. Keloid

Sehabis ditato, ada bekas luka di bagian kulit. Bila jaringan bekas luka ini tumbuh secara berlebihan, dapat menyebabkan keloid.

Bila Anda ingin memiliki tato, pilihlah studio tato terpercaya yang menyediakan jasa tato dengan aman dan steril. Namun, bila Anda belum yakin, pikirkan kembali niat membuat tato, agar di kemudian hari Anda tak berubah pikiran dan malah sulit menghapusnya.