PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)

20 May 2018 | 22:16 WIB

Hipopigmentasi atau Hilangnya Pigmentasi Kulit. Berbahayakah?

Hipopigmentasi atau Hilangnya Pigmentasi Kulit. Berbahayakah?
Share:

Kulit yang tadinya berwarna merata, tiba-tiba muncul bercak putih dan lama-lama pun meluas menimbulkan ketidaknyamanan, walaupun tidak ada rasa sakit yang dirasakan.

Kondisi ini bisa jadi merupakan hipopigmentasi, suatu kondisi berkurangnya atau hilangnya pigmen atau warna kulit yang dapat terjadi di area tertentu atau di seluruh tubuh. Jika terjadi di area tertentu, mungkin akan terlihat ada beberapa tambalan atau area pada kulit yang tampak putih. Ukuran dan bentuk warna putih pada kulit inibisa sangat bervariasi.

Biasanya orang yang mengalami hipopigmentasi, terjadi penurunan melanosit atau melanin itu sendiri. Pada dasarnya hipopigmentasi dapat terjadi pada semua orang, namun ada kelainan tertentu lebih sering dijumpai pada ras tertentu. Kondisi ini akan jelas terlihat pada mereka yang berkulit lebih gelap karena adanya kontras antara warna kulit alami dan bercak putih.

Penyebab Hipopigmentasi

Ada beberapa penyebab hipopigmentasi, yang sering terjadi adalah akibat dari cidera atau trauma pada kulit seperti lepuh, luka bakar, hingga infeksi. Waspadai pula prosedur perawatan kulit dan kosmetik yang tidak dilakukan oleh ahlinya, penggunaan bahan kimia serta tindak laser tertentu dapat menyebabkan hipopigmentasi.

Pada dasarnya hipopigmentasi tidak berbahaya, namun ada hipopigmentasi yang bersifat kronik terjadi sejak lahir. Hipopigmentasi dapat bersifat permanen, bisa juga sementara. Ada pula yang bisa hilang setelah diobati, tapi juga ada yang membutuhkan proses dan waktu yang lebih lama agar kulit dapat sembuh dan ada juga yang belum dapat diobati.

Tipe Hipopigmentasi

Ada 3 jenis hipopigmentasi yang tidak disebabkan oleh trauma pada kulit.

Albinisme: Albinisme terjadi karena cacat pada gen yang memengaruhi produksi melanin.
Orang dengan albinisme tidak dapat menghasilkan melanin, sehingga mereka memiliki kekurangan pigmentasi kulit. Kulit dan rambut akan tampak putih, dan mungkin saja memiliki sedikit pigmen pada iris mata.

Vitiligo: Penyebab vitiligo dipercaya adalah akibat penyakit autoimun yang merusak sel-sel yang memproduksi melanin. Selain pada wajah, lengan, atau area tertentu, vitiligo juga bisa mengenai bagian mulut dan rambut.

Pityriasis alba: Pityriasis alba paling sering terjadi pada anak. Bercak putih biasanya akan timbul di wajah dan area yang tidak tertutup pakaian. Penyebab pastinya belum dapat diketahui namun dipercaya ada kaitannya dengan eksim dan paparan sinar matahari.  

BACA JUGA: Bedanya Vitiligo dan Albinisme

Penanganan Hipopigmentasi

Untuk orang yang menderita albinisme, sampai saat ini belum ditemukan obat yang dapat mengatasinya.

Vitiligo dan beberapa jenis hipopigmentasi dapat diatasi dengan terapi kombinasi menggunakan obat topikal,  psoralen dan terapi sinar ultraviolet. Terapi ini membutuhkan waktu yang cukup lama.   

Pada anak dengan pitiriasis alba, yang penting dilakukan adalah penggunaan tabir surya dan mengurangi paparan sinar matahari langsung. Kelainan ini dapat hilang dengan sendirinya, atau diberikan obat anti radang oleh dokter spesialis kulit.

Kebanyakan hipopigmentasi tidak berbahaya. Hal ini biasanya lebih dipicu karena tampilannya yang membuat orang menjadi tidak percaya diri, terutama ketika hipopigmentasi terdapat pada wajah atau area yang jelas terlihat.
 

1v1.LOL affen spiele jetzt spielen bloons td 5 unblocked kahoot bot spammer unblocked redspot tv
subway surfers online 1001 spiele kostenlos haberler ----------------------
sozyaz.com cheataimbot.com 1v1 lol unblocked aktüel ürünler kataloğu