PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)

HUBUNGAN DIABETES MELITUS DAN UNTUK TERJADINYA KANDIDIASIS VULVOVAGINALIS NON ALBICANS

Share:

Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu faktor predisposisi terjadinya kandidiasis vulvovaginalis (KVV). Sebuah laporan menyatakan pada pasien KVV 67% di antaranya mengidap DM.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kejadian DM dan kejadian KVV.

Penelitian ini dirancang dengan metode kasus-kontrol. Subyek penelitian terdiri atas 26 pasien KVV (kelompok KVV) dan 26 pasien keputihan bukan KVV (kelompok kontrol. Semua subyek dilakukan pemeriksaan sekret vagina dan HbA1c.

Hasil yang diperoleh adalah proporsi kejadian DM pada kelompok kasus/KVV (57,7%) lebih besar dibandingkan kelompok kontrol (26,9%). Hasil menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara terjadinya KVV pada pasien DM dan non-DM, p=0,049, OR=3,7 dan 95% CI 1,155-11,861.Odds ratio 3,7 berarti bahwa wanita pasien DM memiliki risiko 3,7 kali lebih besar untuk menderita KVV dibandingkan yang non-DM. Terdapat hubungan bermakna antara kejadian DM dan kejadian KVV.


Kata kunci: Diabetes melitus Kandidiasis Vulvovaginalis non albicans