PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)

ALERGEN POTENSIAL KONTAK DAN FOTO KONTAK PADA SERI INTERNASIONAL DI RSUP DR SARDJITO YOGYAKARTA

Share:

Dermatitis kontak dan dermatitis foto kontak alergik (DFKA) merupakan reaksi hipersensitivitas tipe IV. Dermatitis foto kontak alergik terjadi ketika hapten berkontak dengan kulit disertai sinar ultraviolet dan atau cahaya tampak. Tes tempel (TT) merupakan baku emas alergen kontak (AK), sedangkan tes foto tempel (TFT) merupakan baku emas alergen foto kontak (AFK). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tipe AK dan AFK, serta memperoleh data potensi AK dan AFK. Penelitian deskriptif retrospektif telah dilakukan untuk mengumpulkan data rekam medis TFT pasien sejak 2012 hingga 2018 di RSUP dr. Sardjito Yogyakarta. Hasil positif tersering TFT dan TT adalah potassium dichromate (PD). Jumlah TFT positif tertinggi setelah PD adalah cobalt (II) chloride hexahydrate (CCH). Jumlah TT positif terbesar selain PD adalah paraben mix. CCH, colophony, dan methyldibromo glutarnitrile berpotensi lebih kuat menjadi AFK. Fragrance mix I dan neomycin sulfate cenderung lebih berpotensi menjadi AK. Positif palsu dapat terjadi karena TT dan TFT terlalu cepat dinilai serta adanya reaksi silang. Negatif palsu dapat terjadi karena lokasi pengujian tertutup bahan opak dan konsentrasi zat terlalu rendah. Alergen kontak dan alergen foto kontak tersering pada studi ini adalah PD. Makin besar frekuensi alergen tersebut menimbulkan reaksi positif sebagai AK, potensinya sebagai AFK akan turun, dan begitu pula sebaliknya.


Kata kunci: Dermatitis foto kontak alergi uji foto tempel alergen foto kontak alergen kontak dermatitis kontak alergik