PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)

Volume 47, Nomor 1 | January 2020

STRATEGI TATA LAKSANA BERBAGAI DERMATOSIS MELALUI PEMAHAMAN IMUNODERMATOLOGI

Share:

Sejak proses mudigah, neonates hingga lanjut usia, manusia akan terpajan dengan proses imunologis. Setiap individu akan membawa sifat tertentu yang berinteraksi dengan berbagai faktor endogen dan eksogen sehingga bermanifestasi dalam berbagai fenotip. Berbagai penyakit seperti genodermatosis, infeksi, alergi, autoimun, dan keganasan didasari oleh respons imunologis alamiah maupun adaptif. Contoh kasus yang sering kita temukan dalam klinis antara lain dermatitis kontak alergi, yang ditentukan oleh human leucocyte antigen (HLA) pada individu yang suseptibel,dipicu oleh berbagai alergen, dan dipengaruhi oleh faktor lingkungan.

Terdapat empat komponen utama yang meng-indikasikan suatu penyakit didasari oleh proses imunologis; yaitu terdapat molekul spesifik yang mampu membangkit-kan suatu respons imunpatologis, mempunyai kapasitas memori, terdapat amplifikasi respons inflamasi, serta kegagalan membedakan self dan non-self. Berbagai penanda imunobiologis merupakan parameter untuk me-nilai aktivitas atau keparahan, komplikasi, dan prognosis penyakit. Pemahaman mengenai imunopatogenesis penyakit menjadi penting saat klinisi menegakkan diagnosis, meng-identifikasi penyakit penyerta, serta memilih dan me-nentukan tata laksana yang akan diberikan.

Tata laksana perlu diberikan sesuai penyakit, kondisi dan toleransi pasien, dengan menentukan tujuan, target, dan strategi sebelum memulai terapi. Hal ini untuk men-capai salah satu tujuan utama yaitu meningkatkan kualitas hidup pasien. Berbagai terapi yang tersedia saat ini, baikkonvensional, obat biologik, hingga berbagai teknik bedah invasif. Terapi farmakologis saat ini memiliki berbagai karakteristik farmakokinetik dan farmakodinamik yang berbeda untuk tiap proses imunologis. Sedangkan teknik bedah juga mengalami perkembangan pesat sehingga tidak hanya memperbaiki defek anatomis, tetapi memberi nilai tambah sisi kosmetis bagi pasien.

Urtikaria kronik spontan (UKS) merupakan salah satu penyakit kulit terbanyak pada bidang alergi dan imunologi, yang menyebabkan gangguan kualitas hidup bagi pasien. Penegakan diagnosis tidak sulit, tetapi identifikasi penyebab dan faktor pencetus sering kali menjadi tantangan bagi klinisi. Terapi yang ada saat ini tidak selalu memuas-kan buat pasien maupun dokter, sehingga dikembangkan berbagai terapi antara lain autologous serum therapy, dengan target untuk mengendalikan kaskade sitokin dan mediator yang dimediasi oleh sel mast.

Pada edisi MDVI ini, dipublikasikan berbagai artikel, laporan kasus dan tinjauan pustaka yang me-nampilkan berbagai konsep untuk memahami penyakit yang didasari respons imunologis, serta berbagai pilihan terapi ‘imunoregulator’ untuk mendapatkan keseimbangan antara begitu banyaknya interaksi seluler, mekanisme umpan balik, dan kaskade molekular.

Windy Keumala Budianti
Departemen IK Kulit dan Kelamin
FKUI/RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo
Jakarta

Info! Silahkan login (dokter) untuk download full edition.
Detail Konten
  • ALERGEN POTENSIAL KONTAK DAN FOTO KONTAK PADA SERI INTERNASIONAL DI RSUP DR SARDJITO YOGYAKARTA
    Jeffrey Giantoro, Fajar Waskito, Niken Indrastuti, Sri Awalia Febriana
  • EFEKTIFITAS PENAMBAHAN PEELING ASAM LAKTAT PADA AKNE VULGARIS YANG MENDAPAT TERAPI GEL KLINDAMISIN
    Ayu Wikan Sayekti, Niken Kusumaningrum, Sri Awalia Febriana, Dwi Retno Adi Winarni
  • PERBEDAAN TRANSEPIDERMAL WATER LOSS PADA NEONATUS BERDASARKAN USIA BAYI LAHIR, JENIS KELAMIN, BERAT BADAN LAHIR, JENIS PERSALINAN DAN RIWAYAT ATOPI KELUARGA
    Adniana Nareswari, Putri Oktriana Rachman, Primadhanty Bhadra, Mardiana, Halim Perdana Kusuma, Dwi Hidayah, Suci Widhiati
  • SINDROM OVERLAP SKLERODERMA
    Amelia Frischananta, Suci Prawitasari
  • EFEKTIVITAS AUTOLOGOUS SERUM THERAPY PADA PASIEN URTIKARIA AUTOIMUN KRONIS DENGAN PENILAIAN URTICARIA ACTIVITY SCORE 7
    Vika Fintaru, Sunardi Radiono, Sri Awalia Febriana, Niken Indrastuti, Fajar Waskito
  • LEPRA LAZARINE DAN NEFROPATI PADA LEPRA TIPE MID-BORDERLINE
    Rizki Hapsari Nugraha, Anggun Putri Yuniaswan
  • APLASIA KUTIS KONGENITAL: LAPORAN TIGA KASUS DENGAN MANIFESTASI KLINIS YANG SANGAT BERBEDA
    Sudarsono
  • REKONSTRUKSI BASALIOMA BESAR PADA LANSIA DENGAN INFERIORLY BASED ROTATION/ADVANCEMENT FLAP DALAM ANESTESI LOKAL TUMESEN
    Sri Lestari, Rahma Ledika Veroci, Indah Kencana, Ennesta Asri, Meligasari L. Gaya
  • PENYAKIT KULIT AKIBAT KERJA PADA TENAGA KESEHATAN
    Windy Keumala Budianti, Indah Widyasari, Eliza Miranda
  • TERAPI FARMAKOLOGIS URTIKARIA KRONIK SPONTAN
    Reni Widyastuti, Dewi Selvina Rosdiana, Windy Keumala Budianti, Wresti Indriatmi