PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)

EFEKTIVITAS AUTOLOGOUS SERUM THERAPY PADA PASIEN URTIKARIA AUTOIMUN KRONIS DENGAN PENILAIAN URTICARIA ACTIVITY SCORE 7

Share:

Urtikaria spontan kronis (USK) diperantarai oleh sel mast, dengan manifestasi berupa lesi urtika, dan berlangsung lebih dari 6 minggu. Berdasarkan patomekanismenya, urtikaria autoimun kronis (UAK) dikategorikan sebagai USK. Urtikaria autoimun kronis dibuktikan dengan tes deteksi autoantibodi. Autologous serum skin test (ASST) merupakan salah satu tes penapisan untuk UAK dan autologous serum therapy (AST) merupakan pilihan terapi pada UAK. Penilaian urtikaria kronis yang objektif adalah urticaria activity score 7 (UAS7). Aktivitas penyakit dan respons pengobatan diukur dengan menilai jumlah lesi urtika dan intensitas pruritus. Tujuan penulisan makalah adalah menilai efektivitas AST pada UAK menggunakan UAS7. Makalah ini melaporkan 6 serial kasus UAK yang ditegakkan berdasarkan riwayat klinis, hasil ASST positif, dan riwayat lesi urtika yang tetap kambuh meskipun telah mendapatkan dosis antihistamin harian. Seluruh pasien tersebut kemudian mendapatkan AST 9 siklus dengan interval 1 minggu. Pengukuran UAS7 dilakukan sebelum memulai AST, kemudian setiap minggu hingga minggu ke-8 setelah injeksi AST terakhir. Secara umum, terjadi penurunan UAS7 setelah dilakukan AST, bahkan sampai minggu ke-8 setelah AST, kecuali pada 1 pasien UAK. Disimpulkan terdapat perbaikan aktivitas UAK, dan AST dapat digunakan sebagai salah satu pilihan terapi UAK.


Kata kunci: urtikaria autoimun kronis autologous serum therapy urticaria activity score 7