PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)

KESULITAN DIAGNOSIS PENYAKIT BULOSA PADA ANAK

Share:

Penyakit bulosa merupakan kelompok penyakit kulit yang dapat diklasifikasikan berdasarkan etiologi, yaitu penyakit yang diturunkan, autoimun, infeksi dan tipe yang tidak dapat dikelompokkan. Diagnosis penyakit bulosa masih menjadi tantangan bagi klinisi. Makalah ini melaporkan pasien anak laki-laki, 5 tahun, dengan lepuh di bagian tubuh yang tergesek sejak usia 3 hari. Lepuh yang pecah kemudian sembuh dan meninggalkan bercak putih tanpa jaringan parut. Tidak ditemukan kelainan jari tangan dan kaki. Tidak ditemukan kondisi serupa dalam keluarga. Pada pemeriksaan dermatologis ditemukan beberapa bula jernih tegang di aksila, femoralis, gluteus, ekstremitas atas, dan tumit disertai krusta, skuama, dan hipopigmentasi. Diagnosis banding pada pasien ini mencakup epidermolisis bulosa, chronic bullous disease of childhood (CBDC) dan pemfigoid bulosa. Pada pemeriksaan histopatologis dengan pewarnaan hematoksilin dan eosin menunjukkan lepuh subepidermis dan disimpulkan sebagai pemfigoid bulosa. Masih terdapat kesulitan dalam menentukan diagnosis penyakit bulosa pada pasien ini karena manifestasi klinis dan keterbatasan fasilitas. Oleh karena itu, pemeriksaan histopatologis dengan pewarnaan Periodic Acid-Schiff (PAS) dapat dianjurkan untuk membantu penegakan diagnosis penyakit bulosa jika tidak tersedia fasilitas pemeriksaan imunofluoresensi dan mikroskop elektron.


Kata kunci: penyakit bulosa histopatologi anak