PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)

Volume 47, Nomor 3 | July 2020

BERBAGAI TANTANGAN DALAM PELAYANAN KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN DI INDONESIA

Share:

Tantangan dalam pelayanan kesehatan kulit dan kelamin di Indonesia sangat kompleks dari promosi, prevensi sampai ke manajemen dan edukasi. Dalam menghadapi tantangan tersebut diperlukan pemahaman dan pengetahuan di antaranya megenai data sosial pasien, faktor risiko penyakit sampai pada penemuan faktor prediktor yang memengaruhi prognosis suatu penyakit. Pemahaman mengenai faktor risiko penyakit menjadi penting terutama saat klinisi akan menentukan tata laksana penyakit dan memberikan edukasi untuk melakukan tindakan pencegahan. Penelitian tentang hal tersebut dapat dilakukan baik melalui penelitian deskriptif maupun analitik. Sebagai contoh beberapa penelitian deskriptif tentang profil penyakit maupun penelitian potong lintang sangat bermanfaat dalam menentukan data dasar dan mencari hubungan antara faktor risiko ini dengan kejadian penyakit. Selain faktor risiko ada satu hal yang juga penting adalah menilai prognosis suatu penyakit dengan mengenali adanya faktor prediktor penyakit tersebut.

Penyakit bula autoimun (PBA) merupakan penyakit yang disebabkan oleh adanya autoantibodi terhadap molekul adhesi di epidermis maupun membran basal dermis-epidermis. Penyakit ini berpotensi mengancam jiwa dan pada laporan penelitian deskriptif kali ini didapatkan bahwa faktor stres emosional merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap kejadian penyakit tersebut. Diagnosis penyakit bulosa terutama pada anak memerlukan beberapa pemeriksaan penunjang di antaranya pemeriksaan imunofluoresen maupun kadar zinc, karena kekurangan zinc bisa bermanifestasi menyerupai penyakit bulosa, meskippun biasanya lesi lebih sering menyerupai penyakit eritroskuamosa. Kedua pemeriksaan tersebut masih menjadi tantangan karena selama ini bukan merupakan pemeriksaan penunjang yang rutin dilakukan, sehingga diagnosis dapat terlewatkan.

Di samping penyakit non infeksi, sampai saat penyakit infeksi masih menjadi tantangan tersendiri di antaranya penyakit kusta. Meskipun eliminasi kusta secara nasional telah tercapai, namun reaksi dan relaps kusta menjadi tantangan tersendiri dalam pelayanan kesehatan kulit dan kelamin. Reaksi kusta dapat terjadi sebelum, saat atau setelah menyelesaikan terapi dan dapat menyebabkan kerusakan saraf serta kecacatan. Relaps didefinisikan sebagai timbulnya lesi kusta baru pada pasien kusta yang telah menyelesaikan multidrug therapy (MDT) secara adekuat. Relaps ini dapat terjadi pada masa Release From Treatment (RFT) maupun Release From Control (RFC), sehingga pemantauan penderita kusta yang telah sembuh harus dilaksanakan secara berkesinambungan. Sebagai dokter kulit dan kelamin harus mampu membedakan keduanya. Disamping itu penatalaksanaan reaksi kusta harus segera dilakukan agar tidak menimbulkan kecacatan. Permasalahan relaps harus dicari kemungkinan panyebabnya apakah presistensi atau resistensi. Dangan demikian dokter bisa memberikan penanganan yang adekuat dalam waktu yang relatif singkat.

Pada edisi MDVI ini, dipublikasikan topik yang beragam di antaranya laporan penelitian deskriptif maupun analitik yang akan membantu klinisi guna mendapatkan faktor risiko dan nilai prognostik suatu penyakit kulit dan kelamin. Dilaporkan juga beberapa penyakit infeksi yaitu kusta dan yang tidak kalah menarik adalah makalah mengenai IMS yang berhubungan dengan HIV dan sifilis, serta kondilomata akuminata. Makalah-makalah tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan wawasan bagi kita semua dalam memberikan pelayanan kesehatan di Indonesia.

Info! Silahkan login (dokter) untuk download full edition.
Detail Konten
  • PROFIL PENYAKIT BULA AUTOIMUN DI KLINIK RAWAT JALAN DERMATOLOGI DAN VENEREOLOGI RSUP SANGLAH DENPASAR PERIODE APRIL 2016-DESEMBER 2017
    Norma Yunia Sofwan, Nyoman Suryawati, Corry Khathreen Olivia Pangribuan
  • PROFIL SOSIODEMOGRAFIK DAN TATA LAKSANA PASIEN KONDILOMATA AKUMINATA DI POLIKLINIK DERMATOLOGI DAN VENEREOLOGI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT DR. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG, JANUARI 2014 ΜΆ DESEMBER 2016
    Noviana Salfitri, Mutia Devi, M. Izazi Hari Purwoko
  • HEMOGLOBIN DAN LAJU ENDAP DARAH SEBAGAI PARAMETER PROGRESIVITAS PADA PENYAKIT HIV KOINFEKSI SIFILIS
    Primadhanty Bhadra, Mardiana, Adniana Nareswari, Halim Perdana Kusuma, Yan Ajie Nugroho, Endra Yustin E.S
  • KESULITAN DIAGNOSIS PENYAKIT BULOSA PADA ANAK
    Widyaningsih Oentari, Irma Damayanti Roesyanto, Kristo Alberto Nababan
  • HIDRADENITIS SUPURATIVA DENGAN LOKASI YANG TIDAK BIASA
    Ari Karmila Sari, Ariyati Yosi, Irma Damayanti Roesyanto
  • LIVEDO RETIKULARIS PADA ANAK LAKI-LAKI 13 TAHUN
    Wahyu Lestari, Sitti Hajar, Sulamsih Sri Budini, Fitria Salim
  • REAKSI REVERSAL PADA KUSTA TIPE BORDERLINE PADA PASIEN DENGAN RIWAYAT MENDAPATKAN OBAT RIFAMPISIN, OFLOKSASIN DAN MINOKSIKLIN
    Ramona Dumasari Lubis, Tengku Noorsharifa Dayang Bestari Sinar, Mila Darmi
  • ACQUIRED ZINC DEFICIENCY MENYERUPAI CHRONIC BULLOUS DISEASE OF CHILDHOOD
    Hajar Imtihani, Qamariah, Retno Danarti
  • SERIAL KASUS: RELAPS PADA PASIEN KUSTA PAUSIBASILAR
    I Gusti Ayu Agung Dwi Karmila, Luh Made Mas Rusyati
  • ETIOPATOGENESIS DAN TERAPI TOPIKAL PADA LINGKARAN HITAM BAWAH MATA
    Satya Wydya Yenny, Sherly Birawati
  • HERPES ZOSTER PADA GERIATRI
    Indah Purnamasari, Damayanti