PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)

HERPES ZOSTER PADA GERIATRI

Share:

Herpes zoster (HZ) merupakan penyakit infeksi virus yang sering menyerang kelompok geriatri dan menyebabkan gangguan penurunan kualitas hidup akibat neuralgia pascaherpetik (NPH). Penyakit ini disebabkan oleh reaktivasi virus varisela-zoster (VVZ) di ganglia sensoris dan saraf aferen perifer. Nyeri merupakan keluhan tersering dan mengganggu pada pasien geriatri. Nyeri dirasakan saat gejala prodromal, stadium erupsi (nyeri akut), dan setelah lesi sembuh (yang dikenal sebagai NPH). Diagnosis HZ ditegakkan berdasarkan klinis dan dikonfirmasi dengan pemeriksaan penunjang antara lain Tzank smear, biopsi kulit, direct fluorescent assay (DFA), dan polymerase chain reaction (PCR). Pemberian antivirus (asiklovir, valasiklovir, dan famsiklovir) sedini mungkin merupakan terapi efektif untuk HZ. Obat antidepresan trisiklik, lidokain topikal, gabapentin, dan opiat efektif untuk NPH. Pemberian vaksinasi pada geriatri dapat mencegah HZ, meringankan beban penyakit, serta mengurangi terjadinya komplikasi NPH. Meskipun saat ini berbagai kemajuan telah membantu dalam penanganan HZ dan NPH, namun NPH masih merupakan keadaan yang sulit untuk dicegah dan diterapi pada kelompok geriatri. Tujuan penulisan tinjauan pustaka ini adalah untuk memberikan informasi mengenai pengenalan gejala klinis HZ sehingga lebih mudah menegakkan diagnosis awal dan memberikan terapi efektif pada pasien geriatri.


Kata kunci: herpes zoster geriatri neuralgia pascaherpetik