PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)

REAKSI REVERSAL PADA KUSTA TIPE BORDERLINE PADA PASIEN DENGAN RIWAYAT MENDAPATKAN OBAT RIFAMPISIN, OFLOKSASIN DAN MINOKSIKLIN

Share:

Kusta merupakan penyakit infeksi kronik yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae. Keadaan ini biasanya menyerang kulit dan saraf tepi. Reaksi kusta dapat terjadi sebelum, saat, atau setelah menyelesaikan terapi dan dapat menyebabkan kerusakan saraf. Seorang pasien laki-laki berusia 40 tahun, dengan keluhan bercak merah yang tidak nyeri, gatal, ataupun mati rasa, pada seluruh tubuh sejak 6 bulan yang lalu. Riwayat pengobatan rifampisin, ofloksasin, minoksiklin (ROM) selama 1 bulan, tetapi mengeluhkan bercak semakin bertambah banyak dan membesar. Pada pemeriksaan dermatologis didapatkan plak eritematosa multipel, berukuran numular hingga plakat, berbatas tegas, di area wajah,dada, punggung, perut, ekstermitas bawah, dan tangan bilateral. Lesi tersusun asimetris dan disertai lesi punch out. Ditemukan claw hand pada jari kelima tangan kiri, pembesaran saraf ulnaris, dan tibialis posterior. Pada pemeriksaan sayatan kulit ditemukan basil tahan asam (BTA) dengan rerata indeks bakteri +1 dari kedua cuping telinga, lesi tangan bilateral, dan ekstermitas bawah . Pasien didiagnosis sebagai kusta tipe borderline borderline dengan reaksi reversal yang diduga dicetuskan terapi ROM.


Kata kunci: reaksi reversal kusta borderline borderline