PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)

HUBUNGAN FUNGSI GINJAL, KALSIUM, DAN FOSFOR DENGAN XEROSIS DAN PRURITUS PADA PASIEN YANG MENJALANI HEMODIALISIS

Share:

Pruritus dan xerosis kulit adalah gejala yang sering menyertai pasien dengan penyakit ginjal kronis (PGK) dan patogenesisnya belum diketahui pasti. Hiperkalsemia, hiperfosfatemia, dan uremia diduga berperan dalam terjadinya pruritus. Penelitian deskriptif dengan rancangan studi potong lintang dilakukan terhadap 39 pasien di Unit Hemodialisis RS Atma Jaya bulan Agustus 2019. Derajat pruritus dan xerosis dinilai dengan 5-D Pruritus Scale dan Overall Dry Skin score (ODS). Kadar ureum, kreatinin, kalsium, dan fosfor darah diperiksa untuk mengetahui hubungannya terhadap kondisi pruritus dan xerosis menggunakan regresi linier secara terpisah. Seluruh pasien yang diteliti mengalami xerosis kulit dengan kejadian pruritus sebesar 46,2%. Kadar kreatinin berasosiasi negatif bermakna terhadap skor pruritus, artinya penurunan kadar kreatinin berhubungan dengan peningkatan skor pruritus (β = -0.658; p<0.05) dan ditemukan asosiasi positif bermakna antara kadar fosfor terhadap skor pruritus dan xerosis, yang artinya peningkatan kadar fosfor berhubungan dengan peningkatan derajat pruritus dan xerosis (β= 1,44; p<0,05; β= 0,282; p<0,05). Tidak ditemukan hubungan bermakna antara kadar ureum dan kalsium terhadap derajat pruritus serta xerosis.


Kata kunci: kreatinin penyakit ginjal kronis pruritus xerosis