PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)

APLIKASI FORMULASI AZADIRACHTA INDICA DAN HYPERICUM PERFORATUM TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN ULKUS DIABETIKUM

Share:

FormulasiAzadirachta indica (neem) dan Hypericum perforatum telah digunakan sejak berabad-abad lalu dalam pengobatan tradisional. Minyak neem mengandung diterpenoid dan triterpenoid, sedangkan ekstrak minyak bunga Hypericum perforatum cukup populer untuk pengobatan ekskoriasi, luka, dan memar. Kedua ekstrak tanaman ini menunjukkan efek bakteriostatik, antifungi, imunomodulator, dan antiinflamasi, serta aman digunakan untuk perawatan luka bagian luar. Beberapa penelitian telah menunjukkan efikasi pemberian formulasi ini pada ulkus diabetikum.Seorang perempuan, 41 tahun, timbul luka pada kaki kanan yang tidak kunjung sembuh sejak 2 bulan. Pada pemeriksaan dermatologis tampak ulkus dengan bentuk tidak beraturan, soliter, berukuran 7,5x3,4x0,3 cm pada regio pedis dekstra bagian lateral. Kulit sekitar ulkus tampak tenang, tepi ulkus meninggi, dinding landai. Dasar ulkus terdiri atas jaringan granulasi dan bersih, tidak tampak pus. Pada palpasi tidak terasa nyeri. Ulkus tidak berbau. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan hiperglikemia dan hiperkolesterolemia. Pemeriksaan USG Doppler menunjukkan kesan deep vein thrombosis pada kruris dekstra.Pemberian formulasi Azadirachta indica dan Hypericum perforatum untuk terapi topikal pada ulkus memberikan perbaikan lesi.Setelah terapi selama 49 hari, luka ulkus diabetikum menutup sempurna.


Kata kunci: ulkus diabetikum Azadirachta indica Hypericum perforatum