PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)

EFEKTIVITAS SULFUR TOPIKAL DIBANDINGKAN DENGAN PERMETRIN DALAM TATA LAKSANA SKABIES: LAPORAN KASUS BERBASIS BUKTI

Share:

Latar belakang: Skabies merupakan penyakit kulit akibat infestasi parasit Sarcoptes scabiei var hominis yang banyak ditemukan endemis di negara berkembang, terutama di daerah dengan kepadatan populasi yang tinggi. Terdapat berbagai pilihan dalam terapi skabies. Dalam formularium nasional Indonesia, tersedia 2 terapi skabies yaitu krim permetrin 5% dan salep 2-4. Permetrin merupakan terapi lini pertama untuk skabies. 

Tujuan laporan kasus berbasis bukti ini adalah untuk membandingkan efektivitas sulfur topikal dan permetrin pada pasien skabies.

Metode: Penelusuran literatur sistematis dilakukan pada database Pubmed, Cochrane Library, Science direct, EBSCO, Proquest, dan Scopus dengan kata kunci yang sesuai. Studi yang membandingkan sulfur topikal dengan permetrin topikal pada pasien skabies dimasukkan dalam laporan ini. Seluruh studi ditelaah secara kritis untuk memberikan rekomendasi tata laksana skabies yang berbasis bukti.

Hasil: Terdapat 11 artikel yang tersaring dari penapisan naskah lengkap, hanya tiga artikel yang sesuai untuk ditelaah secara kritis yaitu terdiri atas 1 meta-analisis dan 2 uji klinis terkontrol acak.

Diskusi: Ketiga studi yang ditelaah menunjukkan bahwa efektivitas permetrin lebih baik daripada sulfur topikal. Pemetrin memberikan angka kesembuhan yang lebih tinggi dan lebih sedikit menimbulkan efek samping.

Kesimpulan: Berdasarkan bukti terbaik yang tersedia, efektivitas sulfur topikal lebih inferior dibandingkan permetrin. Sebaiknya sulfur topikal dipilih sebagai terapi apabila permetrin tidak dapat digunakan.


Kata kunci: permetrin skabies sulfur salep 2-4