PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)

BERBAGAI PENANDA BIOLOGIS PADA URTIKARIA KRONIK SPONTAN

Share:

Urtikaria kronik spontan adalah urtikaria kronik tanpa pemicu yang jelas. Kelainan kulit ini diperantarai sel mast, ditandai dengan urtika yang biasanya gatal, serta berlangsung lebih dari enam minggu. Kelainan ini sangat berdampak negatif terhadap kualitas hidup pasien. Diagnosis penyakit ditegakkan secara klinis, sedangkan penilaian aktivitas penyakit, kualitas hidup pasien, serta respons terapi dilakukan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan kuesioner. Namun, penggunaan kuesioner memiliki kekurangan yaitu bersifat subjektif. Dalam dekade terakhir, penelitian berfokus pada pemahaman patomekanisme urtikaria kronik spontan, mengidentifikasi mediator yang berpotensi sebagai penanda biologis (biomarker) untuk menentukan tingkat keparahan, prediksi perjalanan penyakit, dan responsterhadap terapi. Berbagai biomarker yang telah diteliti di antaranya D-dimer, C-reactive protein, interleukin-6, FcεRI, vitamin D, dan sebagainya. Penanda biologis akan dibagi lebih lanjut menjadi penanda klinis dan penanda molekular. Dengan ditemukannya biomarker yang reliabel, pendekatan secara personal terhadap penilaian dan prediksi perjalanan penyakit urtikaria kronik spontan serta terapi yang paling sesuai untuk pasien dapat dicapai.


Kata kunci: biomarker keaktifan penyakit respons terapi urtikaria kronik spontan