PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (INSDV)

15 Feb 2018 | 10:00 WIB

Kenali Dini Tanda-Tanda Vaginitis

Kenali Dini Tanda-Tanda Vaginitis
Share:

Bagi sebagian besar wanita, rasa tidak nyaman di daerah vagina yang di luar kebiasaan tentu sangat terasa. Terutama bila diiringi dengan sedikit rasa gatal, bau yang lebih menyengat dari pada biasanya serta vagina terasa lebih basah, lembap, pokoknya tidak nyamanlah.

Kondisi tak nyaman tersebut bisa merupakan penanda bahwa Anda terkena infeksi yang disebabkan oleh bakteri, ragi, atau virus. Apa penyebabnya?

Beberapa Penyebab Vaginitis

  • Infeksi bakteri pada vagina bisa ditentukan berdasarkan penyebabnya, yaitu infeksi jamur atau bakteri. Sebenarnya vagina dalam kondisi normal memiliki sel jamur atau bakteri yang justru merupakan daya pertahanan. Namun bila bakteri berkembang biak tak terkendali dapat menyebabkan infeksi.
  • Infeksi Menular Seksual, termasuk di dalamnya infeksi jamur dan herpes.
  • Bahan kimia yang terkandung di dalam sabun atau pewangi. Bisa juga dari cairan pelumas atau bahan lateks kondom.
  • Bahan pakaian dalam yang ternyata malah mengiritasi vagina.
  • Membasuh berlebihan bagian dalam vagina
  • Atrofi vagina, penipisan dinding vagina karena penurunan tingkat kadar estrogen akibat menopause.

Pertolongan Pertama Vaginitis

Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut di atas, sebelum ke dokter Anda bisa melakukan hal-hal sederhana di bawah ini:

  • Jaga area vagina dan sekitarnya bersih dan kering.
  • Jika ingin membersihkan vagina, pilih sabun tanpa bahan pewangi. Seka hingga vagina benar-benar kering.
  • Hindari untuk membasuh bagian dalam vagina.
  • Pakai pakaian dalam berbahan katun dan tidak ketat.

Segera hubungi dokter spesialis kulit dan kelamin bila Anda merasakan tanda-tanda berikut ini:

  • Vagina terasa gatal dan ada sensasi terbakar
  • Cairan vagina berubah warna, menjadi lebih kental dan berbau tak sedap.
  • Terasa nyeri atau seperti terbakar saat buang air kecil.
  • Terasa sakit saat berhubungan seksual.